Kabupaten Temanggung saat ini
menjadi primadona kopi, mulai dari kopi jenis robusta, arabika maupun ekselsa.
Dengan berbagai macam jenis dan olahan membuat Temanggung sering dijuluki
surganya kopi.
Dengan
sebutan itu, tidak sedikit yang berprofesi sebagai pengolah dan pengusaha di
bidang kopi dan mereka sukses menjalankannya. Salah satunya adalah Abdul Rozak,
siswa kelas SMK Negeri Jumo.
Siswa
yang mengambil jurusan Otomotif ini ternyata sudah dekat dengan kopi sejak dia
masih kelas 3 SD, lantaran ibunya yang sering beli dan mengolah kopi secara
tradisional dan dijual di warung-warung sekitar tempat tinggalnya di desa
Gondang Winangun Kecamatan Ngadirejo.
Rozak
mulai menggeluti dan belajar pengolahan kopi dengan ibunya sejak dia kelas 3
SMP, lantaran dia mempunya 6 adik yang tentunya membutuhkan biaya hidup yang
tidak sedikit, kemudian dia berfikir untuk sedikit membantu meringankan
kebutuhan keluarganya dengan mengolah dan menjual kopi.
“Saya
anak pertama dari 7 bersaudara, saya harus prihatin dan harus membantu
perekonomian keluarga saya”. Jelas Rozak.
Kopi
olahan Rozak ternyata diminati oleh banyak orang, terbukti saat ini pemasaran
sudah sampai Gayo Aceh, Yogyakarta, Surabaya, Tangerang, Jakarta, dll dengan
menggunakan pemasaran online. Bahkan
pernah ada pembeli bule asal Chile yang datang langsung ke rumahnya untuk
membeli kopi milik Rozak.
Melihat peluang dan prospek pasar
yang bagus, Rozak dan keluarganya menjadikan usaha kopi ini sebagai mata
pencaharian utama keluarga, termasuk untuk biaya sekolahnya dan adik-adiknya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar